Skip to main content
← Semua tulisan
Pembenaran Oleh ImanDiterbitkan 25 Februari 20224 menit baca

Dosa

Pelajaran Alkitab tentang dosa sebagai kuasa yang memerintah manusia serta jalan pembebasan dan kasih karunia melalui Yesus Kristus.

berkuasabertahtabudakdosarbf
Daftar isi

Segala penderitaan, kemalangan, kecelakaan, kegetiran, kepahitan, kerugian, kesengsaraan, kesialan, kesulitan, kesusahan, mala, sengsara, tragedi akar dari semua hal ini terjadi oleh karena dosa.

Mengawali tulisan pertama dari seri pelajaran Pembenaran oleh Iman ini, saya rindu untuk memulai dengan pengertian yang lebih mendalam tentang dosa.

Berdasarkan definisi kamus besar bahasa indonesia, Dosa adalah pelanggaran terhadap hukum Allah [1], yang sesuai dengan Firman Tuhan dalam 1 Yoh 3:4, kita semua mungkin telah mengerti apa itu. Dosa dalam gambaran yang paling sederhana adalah pelanggaran terhadap hukum Allah.

Namun pada kesempatan ini, kita akan melihat sisi lain dari Dosa itu sendiri. Mari kita membuka alkitab kita dalam Roma 5:21a (TB) “Supaya sama seperti Dosa berkuasa dalam alam maut…”

Kita garis bawahi Dosa berkuasa, dalam terjemahan yang lain KJV di katakan bahwa dosa bertahta. Roma 5:21a (KJV) “That as sin hath reigned unto death…”

Kira-kira kata berkuasa atau bertahta ini paling cocok disematkan kepada siapa ? tentu paling cocok disematkan kepada seorang Raja.

Pertanyaan berlanjut, apa tugas utama Raja ? jika Ia bertahta dan berkuasa berarti dia berhak untuk memerintah, tugas utama seorang raja adalah memerintah. sebab Dia adalah pusat dari segala pemerintahan. Dia bertahta, berkuasa berarti dia juga memerintah. dan perintah Raja adalah mutlak, tidak dituruti berarti celaka.

Jadi Dosa bertahta, berkuasa, memerintah. Jika Dosa bertahta, berkuasa, dan memerintah, dimana dia bertahta ? dan siapa yang sementara dia perintah ?

Perhatikan 1 Kor 3:16 (TB) ” Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allahdan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?”

Bait Allah merujuk kepada bilik yang maha suci dimana Tuhan hadir di sana dan bertahta. Jadi tubuh manusia adalah tempat dimana Tuhan bertahta.

Jika Allah bertahta di dalam Tubuh / Hati kita, maka di mana dosa itu akan bertahta juga ? Tentu di dalam hati kita. Dan kalau dosa bertahta di dalam hati kita, siapa yang sementara ia perintah ? jawabanya adalah kita.

Yang lebih parah lagi adalah, dalam pemerintahan ada kasta yang paling rendah yang tidak memiliki kebebasan sama sekali dan mereka hanya melakukan yang tuannya katakan. mereka adalah budak.

Budak dalam definisi yang paling sederhana berdasarkan prakteknya adalah manusia yang diperjual-belikan.

Perhatikan ayat berikut ini Roma 7:14 (TB) “Sebab kita tahu, bahwa hukum Tauratadalah rohani, tetapi aku bersifat daging,terjualdi bawah kuasa dosa

Yoh 8:34 (TB) “Kata Yesus kepada mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa.”

Jadi sekarang, dosa bukan hanya sekedar melanggar hukup Allah, atau tidak melakukan yang baik yang kita ketahui, tapi dosa itu berkuasa. Ia berkuasa dan memerintah dan ketika ia berkuasa dan memerintah maka yang di perintah dan menjadi budak adalah manusia.

Budak tidak memiliki kebebasan, menolak perintah majikan/tuannya akan berakibat fatal.

Ketika Rasul Paulus menulis perihal ini untuk orang-orang Roma, ia sementara merujuk kepada sistem perbudakan yang ada di Roma. Seorang sejarawan inggris pernah menulis dalam bukunya begini “Kekaisaran Roma memenuhi dunia, dan ketika kekaisaran tersebut jatuh ke dalam tangan satu orang, maka dunia menjadi penjara yang aman dan suram bagi musuh-musuhnya: menolak adalah fatal, dan tidaklah mungkin untuk lari.” [2].

Roma 6:16 (TB) Apakah kamu tidak tahu, bahwa apabila kamu menyerahkan dirimu kepada seseorang sebagai hamba untuk mentaatinya, kamu adalah hamba orang itu, yang harus kamu taati,baik dalam dosayang memimpin kamu kepada kematian, maupun dalam ketaatan yang memimpin kamu kepada kebenaran?

Kesimpulan

Kenyataan ini seharusnya cukup untuk membuka mata kita. Bahwa dosa bukanlah lawan yang sepadan dengan kita. kita tidak akan pernah mungkin menang dengan usaha kita sendiri untuk melepaskan diri kita dari jerat dosa. sebab kita adalah budak dosa.

Bagaimana caranya seorang budak dapat menjadi merdeka ? adalah dengan cara di tebus, atau dibeli oleh orang lain dan dibebaskan atau di buat menjadi merdeka oleh orang yang membelinya kembali.

1 Kor 6:20 “Sebab kamu telah dibeli dan harganyatelah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!”

Yoh 8:36 “Jadi apabila Anak itu memerdekakankamu, kamupun benar-benar merdeka”

Faktanya kita perlu kuasa dari luar untuk melepaskan kita dari perbudakan dosa ini, dan yang mau melakukannya dan sanggup melakukannya adalah Yesus. Kita akan membahas hal ini lebih dalam pada tulisan selanjutnya.

Tuhan kiranya memberkati.

Referensi
[1] https://kbbi.web.id/dosa
[2] Edward Gibbon “The History of the Decline and Fall of the Roman Empire”, Volume 1 1776.