Skip to main content
← Semua tulisan
PengalamanDiterbitkan 11 Mei 20203 menit baca

Tulisan Pertama

Kesaksian Jemmy tentang pertemuan pertamanya dengan Kristus melalui Pelatihan Medical Missionary dan pelajaran mengenai Bait Suci.

Pengalaman

Semua pasti dimulai dengan “pertama” bukan, pertama kali menangis, pertama kali merengek, pertama kali membantah, pertama kali masuk sekolah, pertama kali bolos sekolah, sampai pertama kali jatuh cinta.

Ya.

Ini adalah cerita cinta, pertama kali jatuh cinta.

Saya telah berpikir cukup lama, tulisan apa kira-kira yang pertama yang akan mengawali semua tulisan saya di blog ini, dan tiba-tiba inspirasi itu muncul untuk menceritakan bagaimana cerita cinta saya.

Hal itu di mulai ketika saya sementara berkuliah tingkat 2, tepatnya pada hari sabtu, seorang sahabat mengajak saya untuk mengikuti sebuah seminar yang akan membahas tentang nubuatan dalam kitab Daniel, dan saya sangat antusias karena sejak kecil saya senang sekali dengan hal-hal yang berhubungan dengan nubuatan.

Jadi saya pergi untuk mengikuti seminar tersebut, namun ternyata seminar itu sudah selesai dan kita diundang untuk pergi ke Kampus, yang mereka sebut dengan Kampus Pelatihan Medical Missionary, saya sama sekali tidak ada antusiasme, apalagi saat itu masih pagi hujan telah turun dengan sangat deras, dan kita harus berangkat sebab mobil yang menjemput kami telah tiba di Kampus tempat saya berkuliah, dan dalam pikiran saya, saya bergumam ah hujan.. saya tidak akan pergi, lagipula saya tidak memiliki payung..

Tapi entah mengapa saya telah siap dengan pakaian rapi dan mulai berlari di tengah hujan dari tempat kost-an saya sampai ke Kampus tempat saya berkuliah, dan semua orang telah menunggu dan akhirnya kami berangkat.

Tibalah kami di Kampus Pelatihan Medical Missionary, yang disambut dengan hangat dan mulai mendengarkan orang-orang berbicara mengenai pengalaman mereka, ya tentu saja, saya tetap tidak memiliki antusiasme dan berpikir kenapa saya akhirnya kesini, tidak ada yang menarik di sini, lebih-lebih sekarang kita disuruh untuk berfoto bersama dan sekarang saya telah sah menjadi bagian dari Pelatihan Medical Missionary (PMM) saya merasa seperti terjebak dengan apa yang telah terjadi sampai pada saat itu.

Ya, saat jatuh cinta tiba 😀

Sesudah pertemuan di PMM kami semua kembali ke Kampus tempat kami berkuliah dan mulai mengikuti PMM setiap hari minggu pagi di jam 8 dan hari sabtu di jam 4 – 6 sore. Hari minggu jam 8 pagi pertemuan pertama PMM, seorang pemuda berbicara mengenai “BAIT SUCI” dan ya, itulah cinta pertama saya ketika saya mendengarkan dengan seksama dan berpikir, wah… sesuatu yang luar biasa telah saya dengarkan dan belum pernah sebelumnya saya mendengarkan hal ini. Saya langsung meminjam catatan orang yang ada disana dan mempelajarinya kembali, menyelidiki lebih dalam lagi, menghafal setiap perabotan-perabotan yang ada didalam BAIT SUCI itu, mempelajari sendiri mata angin yang menjadi pengarah di BAIT SUCI, dan mulai melihat semakin dalam.

Penemuan itu berakhir pada terang yang nampak sangat benderang, pertemuan pertama yang membuat saya jatuh cinta kepada Kristus setelah melihat setiap penggenapan dari BAIT SUCI, antusiasme saya mulai muncul dan semakin hari semakin bersemangat untuk mengetahui lebih daripada yang telah saya ketahui.

Pembelajaran itu telah membuat saya bertemu dengan Juruselamat saya secara pribadi pengetahuan tentang Kristus membuat saya berubah, saya mulai sering menghabiskan waktu di prayer garden membaca tulisan-tulisan yang diilhamkan Kristus kepada nabinya dan mulai terharu dengan apa yang telah saya baca.

Sampai hari ini pengalaman itu tetap menjadi pengalaman terbaik, dan saya masih merindukan untuk mengalami pengalaman yang sama. Anda juga memiliki kesempatan yang sama, jika ada kekosongan di dalam hatimu dan Engkau tidak tahu akan mengisinya dengan apa, rokok, game, tontonan, musik, pesta, belanja, jalan-jalan, semua telah dilakukan sesaat Anda merasa puas tetapi kekosongan itu datang kembali dan itu tetap ada, cobalah untuk berhenti-berdiam sejenak dan katakan ini “Tuhan tolong saya“.

Jika Anda telah sampai disini, saya berharap kita dapat bertemu, dan dapat saling membagikan pengalaman, bagaimana Tuhan telah menuntun Anda sampai ke titik Anda sekarang.

Kiranya Tuhan memberkati kita semua.