
Checklist Go-Live Website Klien Sebelum Serah Terima
Checklist praktis go-live website bisnis: DNS, SSL, redirect, analytics, form, backup, dan cek PageSpeed sebelum proyek diserahkan ke klien.

Daftar isi
Mengirim website klien bukan sekadar “upload file lalu kirim invoice.” 10% terakhir yang menentukan apakah situs terasa profesional di hari pertama—atau tampak setengah jadi di Search Console, email, dan inquiry WhatsApp.
Ini checklist go-live yang saya pakai sebelum situs bisnis keluar dari staging.
1. Konten dan jalur konversi
- setiap halaman punya H1 jelas dan satu CTA utama;
- link kontak, WhatsApp, dan email berfungsi di mobile;
- form dikirim uji ke inbox nyata;
- halaman 404 ada dan mengarah kembali ke beranda / kontak;
- halaman legal (privacy / terms) tertaut di footer bila diperlukan.
Kalau form gagal diam-diam, anggaran marketing terbuang sejak jam pertama.
2. DNS, domain, dan email
- A/AAAA (atau CNAME) mengarah ke host yang benar;
- MX, SPF, DKIM, DMARC tetap utuh setelah perubahan DNS;
- www dan apex resolve ke situs yang sama;
- TTL diturunkan sebelum cutover saat migrasi domain.
Email rusak setelah go-live adalah cara tercepat kehilangan kepercayaan klien.
3. HTTPS dan keamanan dasar
- sertifikat valid (Full Strict jika Cloudflare di depan);
- redirect HTTP → HTTPS;
- tidak ada peringatan mixed content di Chrome;
wp-admin/ URL staging diblokir dari indexing jika masih publik;- kredensial default dan user demo dihapus.
4. Minimum SEO teknis
- title dan meta description unik di halaman penting;
- XML sitemap dikirim di Search Console;
robots.txttidak memblokir path penting;- canonical URL benar (terutama setelah migrasi WordPress);
- gambar Open Graph termuat (preview share di WhatsApp/Telegram).
5. Smoke test performa
- jalankan PageSpeed Insights di homepage (mobile);
- kompres gambar hero dan cek elemen LCP;
- aktifkan caching / CDN jika stack mendukung;
- pastikan TTFB tidak jelas rusak di host baru.
Anda tidak perlu skor 100 sempurna—tapi jangan launch dengan homepage 4MB tanpa cache.
6. Analytics dan pengukuran
- Google Analytics / Tag Manager (atau alternatif yang disepakati) aktif di halaman kunci;
- event konversi untuk submit form / klik WhatsApp jika di-scope;
- properti Search Console diverifikasi untuk domain final.
7. Backup dan serah terima
- backup penuh diambil setelah go-live;
- kredensial didokumentasikan untuk klien (hosting, domain, CMS);
- staging dimatikan atau dilindungi password;
- catatan singkat “cara edit konten” untuk pemilik non-teknis.
Catatan delivery yang saya kirim ke klien
Situs sudah live di domain produksi dengan HTTPS, form teruji, analytics terhubung, dan backup pasca-launch tersimpan. Mohon review homepage dan alur kontak di mobile dalam 48 jam.
Kalimat itu mengatur ekspektasi lebih baik daripada “sudah online.”
Intent kata kunci di balik artikel ini
Orang yang mencari checklist go live website, cara launch website bisnis, atau website launch checklist biasanya butuh urutan praktis—bukan teori. Pakai daftar ini sebagai artefak delivery yang bisa dipakai ulang di setiap proyek klien.