
Waktu Tuhan Melakukan Sesuatu Bag. 2
Kesaksian Jemmy tentang pergumulan menghadapi amarah, perubahan karakter, dan bagaimana pertemuan dengan Kristus membentuk kehidupan.
Melanjutkan pengalaman sebelumnya, saya adalah orang yang cepat marah. Saya tidak pernah bergumul tentang itu dan selalu membuat alasan agar kemarahan itu dapat ditoleransi. Kebiasaan yang paling buruk dari akibat marah ini adalah dengan melampiaskan amarah saya dengan memukul tembok.




Nah, jika Anda memperhatikan beberapa gambar di atas, tentunya Anda akan melihat perbedaan yang cukup jelas dari tangan kiri dan tangan kanan saya.
Tangan kanan adalah tangan yang saya gunakan untuk memukul tembok, dan sekarang bagian jari tengah dan kelingking tidak dapat diluruskan lagi. memukul tembok adalah kebiasaan yang saya lakukan sejak saya berumur kurang lebih 12 tahun. Bukan hanya itu, saya terbiasa membanting pintu dan barang-barang lainnya, membanting barang-barang yang ada di tangan saya saat marah adalah salah satu dari apa yang terbaik yang saya lakukan saat marah, bahkan saya pernah melempar botol air minum 1.5 liter di depan Oma saya. Bukan hanya itu saya sering sekali membantah orang tua saya, saya juga sering sekali membentak meraka.
Ini sebenarnya adalah masalah.
Namun sama seperti apa yang saya sampaikan diatas, saya bahkan tidak merasa bahwa ini adalah masalah, saya bahkan membuat alasan agar hal ini dapat ditoleransi (entah alasan itu karena keturunan, atau karena saya hanya manusia biasa yang tidak lepas dari kesalahan).
Dan hal ini berlangsung cukup lama sampai saya berkuliah dan mengikuti Pelatihan Medical Missionary. Ada begitu banyak pelajaran yang saya pelajari di sana, dan pertemuan dengan Kristus adalah moment yang paling membahagiakan dalam kehidupan saya. Saya tahu sekarang bahwa pergumulan di dalam Kristus ada jaminan kemenangan. dan sejak saat itu saya mulai menyadari bahwa amarah saya datang dari pola hidup saya sendiri yang kecanduan dengan Games, Tontonan dan Musik.
Games yang mengajarkan saya untuk bersaing dan marah saat kalah. Tontonan mengajarkan saya untuk membalas dan mementingkan diri dan musik mengobok-obok saya dengan perasaan saya, sedih senang, dan marah dapat bercampur baur melalui musik ini.
Ketika saya bertemu dengan Kristus, saya mulai perlahan-lahan meninggalkan semuanya ini, “Tetapi apa yang dahulu merupakan keuntungan bagiku, sekarang kuanggap rugi karena Kristus.” Fil 3:7
Mengetahui betapa baiknya Tuhan itu. “yang walaupun dalam rupa Allah tidak menganggap kesetaraan dengan Allahitu sebagai milik yang harus dipertahankan,” Fil 2:6, Tetapi Kristus telah mengosongkan diriNya sendiri mengambil rupa sebagai manusia agar Ia dapat merasakan penderitaan manusia dan menebus mereka dari dosa mereka. Lihatlah betapa baiknya Tuhan itu, sebagai manusia berdosa upah kita adalah kematian. “Sebab upah dosa ialah maut;” Rm 6:23
Tetapi lihatlah betapa baiknya Tuhan itu, kenyataan bahwa kita masih hidup saat ini, itu adalah karena Kristus telah mati bagi kita menggantikan kita yang seharusnya mati karena pelanggaran Dosa. Apalagi yang lebih penting daripada hidup ? apa gunanya seseorang memiliki seluruh isi dunia tetapi kehilangan nyawanya. Jadi kehidupan yang kita hidupi sekarang ini hanya dapat terjadi dengan adanya pengorbanan Kristus.
Dengan menyadari hal ini, games, musik, tontonan dan hiburan-hiburan lainnya yang dunia tawarkan kepada saya menjadi tidak berguna lagi. Kenyataan bahwa Kristus telah menggantikan saya yang seharusnya mati menjadi lebih menarik bagi saya sekarang. dan ketika meninggalkan hiburan-hiburan, kesenangan yang dunia tawarkan, perlahan-lahan Tuhan membentuk tabiat saya.
Saya tidak mengatakan bahwa saya adalah orang yang lemah lembut sekarang. Tetapi satu hal yang saya rindu untuk bagikan bahwa Tuhan telah mengubahkan kehidupan saya. Anda juga memiliki kesempatan yang sama.
Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya! Maz 34:8